
SMA Labschool Kebayoran kembali menorehkan prestasi di panggung internasional melalui keikutsertaan delegasi Misi Budaya 2026 dalam 38th International Competition and Festival of Folklore, Dance and Music “ETOILES DE PARIS” (Summer) di Paris, Prancis, pada 16-19 Juli 2026.
Mengusung nama Navatara Aruna Nusantara, sebanyak 26 siswa bersama dua guru pendamping membawa misi untuk memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Indonesia melalui berbagai penampilan tari dan musik tradisional. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari perjalanan Misi Budaya SMA Labschool Kebayoran yang tidak hanya memberikan pengalaman berkompetisi di tingkat internasional, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengenal budaya dunia sekaligus memperkenalkan keberagaman budaya Nusantara.
Dalam festival yang mempertemukan para penampil muda dari berbagai negara tersebut, delegasi SMA Labschool Kebayoran berhasil meraih sejumlah penghargaan membanggakan, termasuk dua gelar Grand Prix. Pada kategori Main Group, penampilan Tari Sanghyang Geni dari Bali yang dibawakan oleh 26 siswa berhasil meraih Grand Prix. Sementara itu, pada kategori Solo Dance, Raihanna Zahira Tauhid berhasil meraih 1st Place sekaligus Grand Prix melalui penampilan Tari Bajidor Kahot dari Jawa Barat.
Selain dua gelar Grand Prix, delegasi SMA Labschool Kebayoran juga meraih sejumlah penghargaan lainnya. Kadzhia Yondisha Adeline meraih 2nd Place pada kategori Solo Dance melalui Tari Piring Sofyani dari Sumatera Barat. Pada kategori Duet Dance, Naima Caitameera Yusrizki dan Kiana Chandra Kirana meraih 1st Place melalui Tari Kembang Kipas dari DKI Jakarta.
Prestasi lainnya diraih oleh Nissa Tianna, Aenea Zivana Allegra Mumtaz, dan Anaira Princessa Thalib yang meraih 1st Place pada kategori Trio Dance melalui Tari Angin Mamiri dari Makassar. Pada kategori Quadro Dance, Dino Tamam Abdulhadi, Muhammad Razik, Kevin Renjiro Attariansyah, dan Arkan Nabil Yahya berhasil meraih 1st Place melalui Tari Mambo Simbo dari Papua.
Sementara itu, Muhammad Rasyad Ramadhan, Raakaan Putra Hendramawan, dan Alaire Muzika Gunawan meraih 2nd Place pada kategori Trio Dance melalui Tari Rantak Indang dari Sumatera Barat. Pada kategori Solo Vocal, Firstlea Lavina Casimira Haz juga berhasil meraih 2nd Place melalui penampilan lagu Mejangeran.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti kerja keras dan kesungguhan para siswa dalam mempersiapkan diri untuk membawa seni dan budaya Indonesia ke panggung internasional. Beragam tarian daerah yang ditampilkan menjadi representasi kekayaan budaya Nusantara sekaligus sarana bagi para siswa untuk memperkenalkan identitas budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.
Festival “ETOILES DE PARIS” sendiri merupakan ajang kompetisi dan festival internasional yang menghadirkan peserta dari berbagai negara. Berdasarkan informasi resmi dari European Association of Folklore Festivals (EAFF), festival ini menjadi ruang bagi para penampil untuk menunjukkan kemampuan seni sekaligus memperkenalkan tradisi dan budaya dari berbagai bangsa melalui pertunjukan seni.
Bagi SMA Labschool Kebayoran, Misi Budaya menjadi bagian dari proses pembelajaran yang memberikan pengalaman kepada siswa untuk belajar secara langsung di luar kelas. Melalui perjalanan ini, siswa tidak hanya mengembangkan kemampuan seni dan kepercayaan diri, tetapi juga belajar beradaptasi, berkomunikasi lintas budaya, serta memahami pentingnya menjaga dan memperkenalkan identitas budaya Indonesia di tengah masyarakat global.
Pencapaian Navatara Aruna Nusantara di Paris menjadi kebanggaan bagi seluruh keluarga besar SMA Labschool Kebayoran. Prestasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan Indonesia kepada dunia.
Selamat kepada seluruh siswa, guru pendamping, dan tim Misi Budaya 2026 atas pencapaian yang membanggakan. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi untuk terus berkarya, berprestasi, dan membawa nama Indonesia semakin dikenal di panggung dunia.

















